Pertanyaan :
Ketika saya datang ke majelis ilmu / majelis taklim, saya merasa keimanan saya bertambah tetapi ketika sedang sendirian terlintas keinginan untuk menerjang hal - hal yang dilarang oleh Allah.
Jawab :
Jika memang itu adalah keadaan seseorang, pertama itu adalah bisikan - bisikan. Itu adalah bisikan dari Syithan.
Maka pertama yang anda lakukan jika demikian : Ta'awudz billaah. Minta perlindungan kepada Allah dari godaan syaithan yang terkutuk.
A'udzubillaahiminassyaithonirraajiim
Jika anda dalam keadaan sendirian, keluarlah dari kesendirian itu.Cari teman..
Lakukan aktivitas yang mungkin dilakukan oleh beberapa orang.Sehingga mudah - mudahan itu akan hilang dari bisikan - bisikan tersebut.
Kalaupun seseorang terjerumus dalam dosa, maka bertobatlah kepada Allah, istigfarlah kepada Allah minta ampun dari perbuatan dosa yang ia lakukan kepada Allah.
Ini mungkin nasihat saya pada orang yang mungkin mengalami demikian.
Setiap orang mengalami demikian.
Tapi tergantung bagaimana kita mensikapi bisikan itu.
Apa yang terlintas dari diri seseorang tentang kemaksiatan, itu akan diampuni oleh Allah, jika lintasan itu tidak dilakukannya.
Yang berbahaya adalah : lintasan itu ditangkap. Misalnya : ingin melihat foto wanita yang membuka Auratnya..itu adalah lintasan dalam hatinya.
Biarkan lintasan ini melintas jangan ditangkap : " dimana ya ? " dll..itu menangkap artinya.
ooo.di HP, lalu kemudian diambil HP.
Pertama mungkin lihat yang lain di HP , akhirnya terfikir : "oiya ya, tadi yang terlintas itu dimana yaa"
Nah inilah, ketika seorang manusia mengikuti apa yang terlintas dalam hatinya, itulah disaat itu maka dia akan digiring oleh syaithan dan hawa nafsunya kepada kemaksiatan
Maka apabila ada hal - hal seperti itu (lintasan godaan syaithan ), JANGAN DIGUBRIS !
Ini adalah pedoman para ulama bagaimana untuk menghindarkan dirinya dari maksiat, karena awal maksiat itu semua dari lintasan - lintasan dari dalamhati itu ketika ditanggapi maka akan terbawa.
Tapi jika kita biarkan kita Ta'awudz pada Allah, kemudian kita mungkin berwudhu, kita mengambil aktifitas yang lain maka Insya Allah akan hilang.

Follow Us
Were this world an endless plain, and by sailing eastward we could for ever reach new distances